Menjadi Pengusaha Muda Setelah Lulus Kuliah
Setelah menempuh jenjang pendidikan dan lulus dari perguruan tinggi, mahasiswa lulusan baru ( Fresh Graduated ) tentu sebagiannya akan memilih untuk bekerja atau melanjutkan pendidikannya, tetapi dengan menjadi pengusaha muda pun tidaklah mustahil untuk dilakukan. Salah satu upaya mewujudkan hal tersebut yakni dengan menggunakan ilmu yang telah didapatkan.
Sebelum menjadi pengusaha ada beberapa aspek yang perlu diraih,dikuasai, maupun didapatkan. Aspek yang terpenting yakni modal usaha karena jika tanpa itu keinginan untuk menjadi pengusaha muda hanya sebatas angan-angan saja. Metode yang paling realistis untuk mengumpulkan dana modal yakni dengan bekerja terlebih dahulu di perusahaan orang lain. Untuk mendaftar menjadi karyawan baru diperlukan kemampuan yang unggul pada bidang yang dibutuhkan perusahaan dan juga kemampuan berkomunikasi yang baik.
Perusahaan-perusahaan zaman sekarangi telah cukup banyak menggunakan jasa psikolog untuk membantu mereka menyeleksi tenaga kerjanya, yang itu gunanya untuk mengetahui karakter pelamar kerja dan juga tekadnya apa sudah cocok dan cukup kuat guna menjadi karyawan baru.
Aspek – aspek lainnya yang bisa menjadi nilai tambah agar dapat diterima pada suatu perusahaan yakni keterampilan berbahasa. Agar dapat bekerja sama sebagai tim didalam perusahaan kemampuan berbahasa serta berkomunikasi yang baik dan benar sangatlah krusial, walaupun terlihat dan terasa enteng dan sepele hal tersebut tidak boleh dihiraukan. Maka dari itu selagi duduk di bangku pendidikan seperti perkuliahan, alangkah bagusnya melatih skill berkomunikasi dengan cara mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM yang diminati. Mengikuti lab riset pun bukanlah ide yang buruk walaupun itu dapat menguras banyak waktu dan tenaga ekstra.
Para perekrut kerja pun sangat mempertimbangkan arsip – arsip yang pelamar miliki seperti ijazah contohnya. Perusahaan cenderung menginginkan ijazah dari tempat kuliahan yang bagus dan juga mempunyai nilai IP diatas 3. Hal tersebut dapat menjadi tolak ukur apakah pelamar kerja cukup rajin juga bertanggungjawab apabila bekerja di perusahaan yang dilamar, karena nilai IP biasanya berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan.
Kemampuan untuk mengatur waktu / me-manage berbagai hal diperlukan untuk bisa bekerja pada setiap perusahaan. Hal tersebut dapat dilatih dengan mengikuti organisasi – organisasi yang ada. Sebagai contoh organisasi KMTE di Telkom University dapat menjadi tempat yang tepat untuk melatih management pada setiap hal.
Setelah menguasai berbagai macam aspek diatas maka Insya Allah pada tahap perekrutan pekerja baru khususnya pada bagian wawancara, akan lulus dan diterima di perusahaan yang dilamar. Sesudah bekerja di suatu perusahaan yang diinginkan sisanya adalah dengan melakukan setiap perintah dan proyek-proyek yang beri oleh atasan dan tim kerja. Tanggung jawab, disiplin, dan loyalitas pun dapat menjadi poin penilaian dari atasan agar bisa meraih jabatan yang lebih tinggi.
Ketika pendapatan setiap bulan sudah terkumpul banyak, tinggal-lah merencanakan bisnis apa yang akan dibuat oleh diri sendiri dengan menggunakan modal usaha yang ada. Nampaknya bisnis yang cukup ideal yaitu bisnis makanan, karena setiap orang pasti membutuhkan makanan apalagi ketika sedang berada di tempat wisata atau jauh diluar dari tempat tinggalnya. Ide makanan yang akan dibuatpun tentulah harus menarik hati para pelanggan dan juga mengandung unsur unik didalamnya.
Setelah mempunyai usaha sendiri hal yang menjadi masalah yakni bagaimana untuk bisa bersaing pada zaman ini karena mengingat banyak juga diluar sana bisnis serupa yang menjadi saingan. Bertahan mengumpulkan modal lebih lalu membuka cabang lebih pun menjadi hal yang ideal untuk pengusaha makanan. Ketekunan,kedisiplinan, komunikasi, dan keunikan akan menjadi faktor penting yang akan menentukan kualitas dari bisnis makanan yang dimiliki oleh pengusaha.
Comments
Post a Comment